Dalam KBBI, kata pengampunan berarti pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan (KBBI 1992,34). Dalam ilmu psikologi, pengampunan merujuk pada proses psikologis di mana seseorang melepaskan perasaan dendam atau kemarahan terhadap orang lain yang telah menyakiti atau melukai dirinya, meskipun perilaku negatif dari orang tersebut belum diubah. Pengampunan bukan berarti melupakan atau membenarkan tindakan yang menyakitkan, melainkan lebih kepada memberi diri sendiri kebebasan emosional dan psikologis dengan melepaskan perasaan negatif seperti amarah, kebencian, atau sakit hati yang bisa membebani mental dan emosional. Oleh karena itu, pengampunan dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosi seseorang, serta memperbaiki hubungan interpersonal.
Hal ini, nampak dari kisah Yusuf yang mengampuni saudara-saudaranya. Yusuf adalah anak ke-11 Yakub atau anak pertama Yakub dengan istrinya Rahel. Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya karena Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub ayahnya. Kebencian saudara-saudara Yusuf berpuncak pada peristiwa mereka menjual Yusuf kepada saudagar-saudagar Midian dan Yusuf dibawa ke Mesir. Yusuf terpisah dari keluarganya dan hidup sebagai budak di tanah Mesir. Tuhan menyertai kehidupan Yusuf sehingga Yusuf mendapat kedudukan dalam pemerintahan Mesir dan melaluinya Mesir, Kanaan dan sekitarnya terlepas dari bencana kelaparan. Saat bencana kelaparan, Yusuf bertemu kembali dengan saudara-saudaranya dan melepaskan perasaan dendam dan berdamai dengan mereka.
Yusuf mau berdamai dan memaafkan kesalahan saudara-saudaranya karena ia percaya, Allahlah yang mengutusnya datang ke Mesir untuk menyelamatkan kehidupan (ay. 5). Yusuf percaya bahwa Allah telah mengutusnya mendahului saudara-saudaranya untuk datang ke Mesir untuk menjaga kelanjutan keturunan bangsa Israel di bumi dan memelihara kehidupan banyak orang (ay. 7). Yusuf lebih fokus pada karya dan kasih Allah dibandingkan luka yang dialaminya. Ia berdamai dengan saudara-saudaranya karena ia percaya dibalik penderitaannya ada kebaikan Allah yang mau diwujudkan melalui dirinya.
Pengampunan bukan proses yang mudah dan instan. Terkadang berat untuk dilakukan. Namun, hari ini kita belajar mengampuni karena pengampunan memberi pemulihan dalam diri kita dan orang lain. Oprah Winfrey, seorang korban kekerasan fisik dan seksual pada masa kecilnya, mengatakan: “True forgiveness is when you can say, thank you for that experience” (Pengampunan sejati adalah ketika anda dapat mengatakan terima kasih pada pengalaman itu). Ia mampu mengatasi luka dalam hidupnya dan berhasil menjalani hidupnya dalam damai. Apakah kita sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita? Atau sebaliknya, kita nyaman dengan perasaan negatif yang membelenggu kita? Mari bebaskan diri kita dan berilah pengampunan yang akan membawa pemulihan dalam hidup kita. LMP