Mengandalkan Tuhan adalah sikap dan tindakan hidup orang percaya yang dilandasi
oleh iman kepada Tuhan. Mengandalkan Tuhan memiliki tujuan yang pasti bahwa seluruh aspek
kehidupan orang percaya haruslah melekat pada Tuhan dan kepada firman-Nya. Namun, pada
bagian lain kehidupan kita ada pilihan yang kita andalkan, yaitu mengandalkan manusia bahkan
mengandalkan diri kita sendiri.
Dalam pemberitaan firman Tuhan hari ini, kita diajak merefleksikan diri, menguji hati
dan tindakan hidup. Yeremia dengan tegas dan keras menyampaikan penghukuman Tuhan atas
bangsa Yehuda yang hati dan hidup mereka berpaling dari Tuhan. “Dosa Yehuda tertulis dengan
pena besi bemata intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mesbah
mereka sebagai peringatan terhadap mereka! Mezbah-mezbah dan tiang-tiang berhala
mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit-bukit yang tinggi”.
(Yeremia 17:1-2).
Dengan tegas dan keras, Yeremia memperingati umat seturut yang Tuhan perintahkan:
- Jangan menjauh dari Tuhan, jangan mengandalkan manusia dan kekuatannya, da jangan hatinya menjauh dari Tuhan. Hidup mereka akan menjadi terkutuk yaitu : “menjadi seperti semak gundul di padang belantara, tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; mereka akan tinggal di tanah tandus di padang gurun, dipadang garam yang tidak berpenduduk” (Yeremia 17:5)
- Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang mempecayakan dirinya pada Tuhan! Inilah janji pemulihan Tuhan atas hidup mereka:
- Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran Sungai.
- Ia merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air.
- Ia tidak mengalami panas Terik.
- Ia seperti daun yang tetap hijau.
- Ia tidak kuatir dalam tahun kering.
- Ia tidak berhenti menghasilkan buah.
Kebenaran firman Tuhan ini mengingatkan dan mengajarkan kepada kita andalkan
Tuhan dalam seluruh keberadaan hidup, jagalah hati kita berpaling pada keinginan-keinganan
kita, janganlah memiliki hati yang licik. Berilah diri untuk dituntun Roh Kudus, agar seluruh hidup
dan hati kita dipulihkan oleh Tuhan. Andalakan Tuhan, dalam seluruh aspek hidup kita. Tuhan
memberkati, amin. (LZJ)