Jadwal Kebaktian Lihat Arsip

Jadwal Kebaktian : Minggu 12 Januari 2025

"BAPTISAN YESUS"

——— (Lukas 3:15-17,21-22)

Sebagai sakramen, baptisan merupakan tanda atau meterai yang menolong manusia untuk mengalami
pertumbuhan iman dalam persekutuan bersama Allah. Baptisan dilakukan oleh umat Kristen bukan hanya
karena diperintahkan oleh Yesus, namun juga karena diteladankan langsung oleh-Nya. Lukas 3:15-17,21-
22 menuturkan pengalaman baptisan Yesus yang sarat makna bagi orang percaya, sebagai berikut:


1. Baptisan merupakan tanda keselamatan.
Banyak orang mengira Yohanes sebagai Mesias, Juru Selamat, karena pengajaran dan baptisan yang
dilakukannya. Yohanes justru mengajarkan bahwa baptisan tidak menyelamatkan, melainkan Dia yang
berkuasa atas baptisanlah yang menyelamatkan. Oleh karena itu, baptisan sebagai tanda keselamatan
hanya berlaku di dalam kendali dan kuasa Sang Mesias, yang untuk membuka tali kasut-Nya pun
Yohanes merasa tidak layak. Sang Mesias menyelamatkan, dan baptisan di dalam nama-Nya menjadi
tanda khusus bagi orang-orang yang mau mengakui serta menerima-Nya sebagai Juru Selamat.


2. Baptisan merupakan tanda pertobatan dan kekudusan.
Baptisan dengan elemen air menjadi simbol terlihat yang menolong kita menghayati sebuah misteri
iman tentang baptisan dengan Roh dan api oleh Sang Mesias. Air, api, dan Roh menjadi simbol
pembersihan, pemurnian, dan pengharapan akan hidup baru. Setiap orang yang telah dibaptis harus
bertanggung jawab untuk menghidupi baptisannya dengan menjalani kehidupan dalam pertobatan
dan kekudusan sebab telah dibersihkan, dimurnikan, serta dibarui oleh Allah. Lukas 3:21 menunjukkan
bahwa Yesus juga memberi diri dibaptis. Ini terjadi bukan karena Dia berdosa dan harus bertobat,
melainkan sebuah tindakan solidaritas Allah yang bersedia masuk dalam kehidupan serta pengalaman
manusia untuk menuntun kita keluar dari dosa.


3. Baptisan merupakan tanda persekutuan dengan Allah Trinitas.
Meskipun tidak menggunakan istilah Trinitas atau Tritunggal, banyak bagian Alkitab yang menunjukkan
kebenaran tersebut. Kisah baptisan Yesus merupakan salah satu di antaranya. Ketika Yesus dibaptis,
Roh Kudus turun dan suara Sang Bapa terdengar. Allah Bapa, Anak, dan Roh hadir bersama dalam
peristiwa, waktu, dan tempat yang sama. Peristiwa baptisan Yesus menonjolkan sisi persekutuan dan
karya bersama yang dilakonkan oleh Allah Trinitas dalam keesaan-Nya. Pada bagian Alkitab yang lain,
baptisan kita pada saat ini juga dipahami sebagai tanda mati dan bangkit bersama Yesus (Roma 6:4,
Kolose 2:12, 1Petrus 3:21). Hal ini menunjukkan bahwa, melalui baptisan, kita menyatu bersama
Kristus dalam karya keselamatan-Nya. Jika kita telah menyatu bersama Kristus, itu berarti kita otomatis
menyatu dan bersekutu bersama Allah Trinitas.


4. Baptisan merupakan tanda persekutuan orang percaya.
Istilah mengumpulkan gandum ke dalam lumbung tidak hanya berarti bahwa orang-orang benar

dipisahkan dan diluputkan dari kebinasaan. Kata ‘mengumpulkan’ juga memiliki makna bahwa orang-
orang benar dipersatukan dan dipersekutukan. Baptisan menjadi tanda bahwa kita diterima oleh Allah.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk menolak orang lain yang juga diterima oleh Allah
melalui baptisan yang mereka alami dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Itulah mengapa
baptisan juga disebutkan sebagai ritus inisiasi Kristen, sebuah prosesi masuknya seseorang ke dalam
persekutuan orang percaya untuk hidup dan berkarya bersama dalam iman kepada Allah.
Oleh karena itu, jika telah dibaptis, ingatlah bahwa kita sesungguhnya telah dipersatukan dengan Allah dan
sesama dalam persekutuan kudus yang dipanggil-Nya untuk berkarya membawa kabar keselamatan bagi
dunia. (WBM)

Pelayan Kebaktian